Home >> Opini >> Tudingan Miring Tentang LDII
Pengajian LDII
Pengajian LDII

Tudingan Miring Tentang LDII

LDII, Tidak Seperti yang Dituduhkan Orang

Catatan: HA Ramadhan Lubis (Wartawan Harian Skala Medan)

Hingga kini masih terjadi dan berlangsung tudingan, suara miring, isu hingga fitnah dan tuduhan mendera Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).

Tudingan hingga tuduhan tanpa dasar hukum, baik ajaran Islam maupun hukum positif yang berlaku di Indonesia dilontarkan pihak-pihak yang tidak menginginkan LDII maju dan berkembang dimanapun berada.

Berbagai tuduhan dilontarkan kepada LDII. Di antaranya, jika ada umat Islam di luar anggota LDII shalat di masjid komunitas LDII, maka anggota LDII akan menyamaknya.

Begitu juga tudingan anggota LDII yang shalat berjamaah di belakang imam yang bukan anggota LDII, maka anggota LDII akan mengulangi shalat itu di rumah atau tempat lain serta LDII bersifat eksklusif. Itu semua hanyalah fitnah dan tuduhan tanpa fakta otentik.

Tindakan pembersihan masjid, karena warga LDII sangat menjaga kebersihan sesuai anjuran ajaran Islam (Annazhofatu minal iman), namun disalahartikan segelintir pihak sebagai bentuk “penyamakan”.

LDII sama dengan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam lainnya yang tercatat resmi di Kementerian Dalam Negeri Cq Kesbang Linmas. Bahkan, LDII yang berasaskan Pancasila seharusnya tidak patut dicurigai, apalagi difitnah dan dituduh sebagai salah satu ajaran sesat-menyesatkan di Indonesia.

Kunjungan KH. Zulfiqar Ke DPW LDII Jatim

Pepatah yang selalu kita pegang: “Tak kenal maka tak sayang”. Jadi, masih banyak masyarakat, khususnya umat Islam yang belum mengenal LDII. Sehingga, wajar saja merasa tak sayang yang sampai-sampai menyudutkan eksistensi lembaga agama Islam ini.

Padahal, Islam mengajarkan kepada umatnya apabila datang satu kabar atau berita dari kalangan/kaum fasik, maka “tabayyun” (cek dan ricek, periksa secara teliti, selidiki secara langsung). Sehingga, informasi yang diterima tidak bersifat sepihak saja. Hal ini tertera dalam Alquran Surah Al-Hujurat ayat 6 yang artinya:”Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa satu berita, maka periksalah dengan teliti (tabayyun)…”.

Nabi Muhammad SAW dalam menyiarkan agama Islam juga tidak luput dari cacian dan cercaan, fitnahan serta tuduhan negatif dari kalangan Kaum Kafir Quraisy. Tapi, Nabi Muhammad SAW sendiri beranggapan hal itu wajar. Sebab, mereka (Kafir Quraisy) belum mengetahui ajaran Islam yang dibawanya ke atas bumi ini.

Karena itu, bagi mereka yang menuduh macam-macam tentang LDII, sebaik dan seharusnyalah dapat melihat langsung aktivitas warga LDII, baik sewaktu melaksanakan shalat wajib 5 waktu sehari semalam maupun kegiatan keagamaan lainnya, seperti diskusi tentang Hadits dan sebagainya. Ataupun melihat, bagaimana i’tikaf yang mereka lakukan hingga Shalat Tahajjud dan membaca Alquran. Maka, semuanya akan terjawab, apakah LDII benar-benar mengamalkan ajaran Islam sesungguhnya atau masih dianggap beraliran sesat.

Namun, hanya sedikit orang yang bersedia, tetapi kebanyakan menuduh tanpa bukti yang hanya berdasarkan dalil “Qiila waqaala” (kata si pulan yang tidak diketahui siapa dia)

Other articles you might like;

Check Also

Lunturnya Karakter Luhur dan Maraknya Hate Speech Pemecah Belah Bangsa

(Bagian 1) Ada suatu ungkapan, dalam kompetisi membuat menara, terdapat dua cara untuk membuat menara …

4 comments

  1. putraahmadsyahnasution

    saya juga terkadang heran, kenapa kita terlalu mudah menuduh atau mengkafirkan sesama muslim.

    mungkin ada yg perlu diluruskan oleh pihak LDII tentang tudingan sesat yg dilakukan orang diluar LDII, sy sendiri bukan anggota LDII juga bukan yg membenci LDII.

    selamat berjuang teman, smoga Allah menyertai.

  2. makannya banyakin ibadah jangan langsung percaya apa kata orang yang belum tentu dia mengaji

  3. Askum : Saya menjadi warga LDII mulai Remaja. dan Al Hamdilillah sampai sekarang belum saya temui / saya dengarkan  ajaran agama yang menyimpang di LDII, sebab yang di ajakan Al-Qur’an dan Sunnah Rosul

  4. Yang saya heran, ketika seorang toko agama begitu mudah menyampaikan statemen salah tentang LDII seperti cuci tangan setelah salaman dengan orang lain. Sejak 1981 saya ngaji tidak ada ajaran seperti itu. Heran saya sumber darimana beliau berkata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *