Home >> Dakwah Islam >> Tawaf Wada’

Tawaf Wada’

tawaf-wada'

Sebelum menyelesaikan rangkaian ibadah haji, maka ada satu amalan haji yang di sunnahkan untuk di jalankan yaitu Tawaf Wada’ kecuali bagi orang yang sedang haid.

Rasulullah s.a.w. memerintahkan jamaah haji untuk mengakhiri masa hajinya dengan tawaf di Baitullah. Jamaah haji jangan meninggalkan kota Mekah sebelum melaksanakan Tawaf Wada’ atau tawaf pamitan.

Kemurahan tidak tawaf wada’ diberikan bagi perempuan haid yang sudah melaksanakan tawaf ifadhoh. Wanita haid yang belum melaksanakan tawaf wada’ boleh langsung meninggalkan Mekah bila sudah jadwalnya pulang ke tanah air.

Dalam Hadist Ibnu Majah No. 3070 hingga 3073 Kitabu Manasik mengisahkan tentang sunnah Tawaf Wada’ dan kemurahan tidak tawaf wada’ bagi wanita yang haid.

Dikisahkan Rasulullah s.a.w. merasa galau ketika dilapori bahwa istri beliau, Sofiyah, mengalami haid, karena kepulangan mereka harus tertunda. Namun setelah mengetahui Sofiyah sudah melaksanakan Tawaf ifadhoh Nabi langsung memerintahkan untuk berkemas pulang dan Sofiyah tidak sempat melaksanakan tawaf wada’.

Hadist tersebut juga mengisyaratkan bahwa tawaf wada’ boleh ditinggalkan bagi jamaah yang berhalangan sedangkan Tawaf Ifadhoh wajib hukumnya bagi jamaah yang melaksanakan ibadah haji.

بَابُ طَوَافِ الْوَدَاعِ
3070 – حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ سُلَيْمَانَ، عَنْ طَاوُسٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: كَانَ النَّاسُ يَنْصَرِفُونَ كُلَّ وَجْهٍ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَنْفِرَنَّ أَحَدٌ، حَتَّى يَكُونَ آخِرُ عَهْدِهِ بِالْبَيْتِ»
__________
[حكم الألباني] صحيح
… Ibni Abbas meriwayatkan: Ada para manusia bubar ke segala arah. Nabi bersabda: “Kalian jangan bubar sungguh sehingga ada mengakhiri dari masa hajinya dengan (tawaf) di Baitullah”.
[Hadist Sunan Ibni Majah No. 3070 Kitabu Manasik]

3071 – حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ: حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ يَزِيدَ، عَنْ طَاوُسٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ: «نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنْ يَنْفِرَ الرَّجُلُ، حَتَّى يَكُونَ آخِرُ عَهْدِهِ بِالْبَيْتِ»
__________
[حكم الألباني] صحيح
… Ibni Abbas meriwayatkan: “Rasulullah s.a.w. melarang, jika seseorang pergi, sehingga mengakhiri masa tinggalnya di Baitullah”.
[Hadist Sunan Ibni Majah No. 3071 Kitabu Manasik]

بَابُ الْحَائِضِ، تَنْفِرُ قَبْلَ أَنْ تُوَدِّعَ
3072 – حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، ح وحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ قَالَ: أَنْبَأَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، وَعُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: حَاضَتْ صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَيٍّ بَعْدَ مَا أَفَاضَتْ، قَالَتْ عَائِشَةُ: فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: «أَحَابِسَتُنَا هِيَ؟» فَقُلْتُ: إِنَّهَا قَدْ أَفَاضَتْ، ثُمَّ حَاضَتْ بَعْدَ ذَلِكَ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «فَلْتَنْفِرْ»
__________
[حكم الألباني] صحيح

.. Aisyah meriwayatkan: Sofiyah binti Huyaiya setelah mengerjakan tawaf Ifadhoh, Aisah bercerita: Aku melaporkan maslah tersebut pada Rasulillah s.a.w.,

Nabi bersabda: “Apakah ia (Sofiyah) menahan (kepulangan) kita?”

Aku (Aisyah) menjawab: Sesungguhnya dia Sofiyah telah tawaf Ifadhoh, kemudian haid setelah itu,

Rasulullah s.a.w. bersabda: “Maka Bubarlah”.

[Hadist Sunan Ibni Majah No. 3072 Kitabu Manasik]

sumber : pengajian-ldii.net

Other articles you might like;

Check Also

MUSDA IX MUI JATIM 2015-2020

Abdusshomad Buchori Pimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur Masa Khidmat 2015-2020

Musyarawah Daerah (Musda) ke IX Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur akhirnya bersepakat memilih kembali …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *