Home >> Berita LDII Surabaya >> Studi Banding Memperkuat Pembinaan Generasi Penerus
Perwakilan pengurus PPG Solo dan Surabaya

Studi Banding Memperkuat Pembinaan Generasi Penerus

Pembinaan generasi penerus yang berkesinambungan, khususnya dalam hal moral dan agama memiliki peran vital untuk melestarikan dan menghidupkan agama Islam. Ini disampaikan oleh H. Sihminadi, anggota Dewan Penasehat Penggerak Pembina Generus (PPG) Korda Surabaya Selatan saat menerima studi banding PPG Solo, Sabtu (18/2).

“Pembinaan yang baik harus diutamakan, dan semua disertai niat untuk ibadah pada Allah,” kata Sihminadi.

Lebih lanjut H. Sihminadi mengatakan, mempersiapkan generasi muda yang profesional religius merupakan ungkapan syukur kepada Allah atas karunia nikmat iman dan taqwa. Ini menjadi salah satu upaya memperjuangkan agama Islam secara aktif.

Penyerahan cenderamata

Senada dengan H. Sihminadi, anggota dewan penasehat PPG Surabaya Selatan dr. Heris Setiawan juga menekankan hal yang sama. Mengutip nasehat sahabat Nabi, Salman Al Farisy bahwa suatu kaum akan senantiasa dalam kebaikan, selama generasi mudanya mau menimba ilmu dan belajar dari generasi sebelumnya.

“Hal ini mengandung hikmah, kaderisasi dan regenerasi adalah proses aktif dan harus diupayakan,” tegas dokter yang berdinas di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas I Surabaya itu.

Heris juga menekankan pentingnya keseimbangan dalam melakukan pembinaan. “Tidak hanya sekedar unsur money (dana), dan method (metode) yang diperkuat, namun yang lebih penting adalah pembangunan man (SDM)nya,” lanjut Heris dalam acara yang berlangsung di aula gedung DPW LDII Provinsi Jawa Timur itu.

Acara ini dihadiri sekitar 80 peserta dari Solo dan Surabaya, termasuk para pengurus Pondok Pesantren Pelajar dan Mahasiswa (PPPM) Baitul Makmur Surabaya. Selain menjadi ajang studi banding pengurus PPG dua kota, pengurus PPPM juga memanfaatkannya sebagai ajang saling berbagi ilmu pembinaan generasi penerus.

Peserta studi banding

Proses studi banding diawali dengan pemaparan kegiatan PPG dan PPPM dari tiap daerah, lalu dilanjutkan diskusi dan tanya jawab. Berbagai topik dibahas, mulai dari kurikulum, target pencapaian pendidikan, evaluasi hasil pembinaan, hingga masalah regenerasi.

“Alhamdulilah, sejauh ini kurikulum berjalan dengan baik, dan target materi juga sudah tersampaikan sesuai kurikulum,” jawab Wafdulloh Aziz, salah satu pengurus PPG yang bertanggung jawab terhadap pembinaan generasi penerus usia dini saat ditanya tentang hasil pencapaian target.

Ketua PPG Surabaya Selatan Bambang Wiranto pun memperkuat pernyataan Wafdulloh Azis. “Kami juga sudah melaksanakan ujian dan pembagian raport tiap akhir semester, khususnya untuk usia cabe rawit (5-12 tahun) dan praremaja (13-15 tahun),” jelas Bambang. (Riko Lazuardi)

Other articles you might like;

Check Also

BNN Sosialisasikan Bahaya Narkoba kepada Para Santri Mahasiswa Surabaya

Dalam rangka Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2017, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya mengadakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *