Home >> Berita Umum LDII >> Sejarah Hari Lahir Pancasila

Sejarah Hari Lahir Pancasila

 

Lambang Pancasila Indonesia

Tepat pada tanggal 1 Juni di Indonesia diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Namun, berdasarkan telaah fakta sejarah, banyak hal bisa menjadi bahan perdebatan tentang kapan sesungguhnya Hari Lahir Pancasila.

Salah seorang yang mempertanyakannya adalah Adian Husaini, pemikir muda Islam. Ketua Program Studi Pendidikan Islam Pasca Sarjana Universitas Ibnu Khaldun Bogor ini mempertanyakan, Benarkah 1 Juni sebagai hari kelahiran Pancasila sebagaimana yang diperingati sebagian kalangan di Indonesia?

Pembahasan Adian disampaikan pada seminar sehari yang mengupas tentang Piagam Jakarta, Pancasila dan UUD’45. Acara ini diselenggarakan oleh Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) yang dikomandoi oleh Ahmad Sumargono, Senin (30/5) di gedung Menara Dewan Dakwah Islamiyah Jakarta.

Menurut Adian, Istilah “Pancasila”disebutkan oleh Soekarno di depan Sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1965. Adapun lima azas yang disebut Pancasila dan diusulkan Soekarno pada 1 Juni 1945 antara lain (1) kebangsaan Indonesia; (2) internasionalisme dan peri kemanusiaan; (3) mufakat atau demokrasi; (4) kesejahteraan sosial; dan (5) Ketuhanan yang Maha Esa

Tiga hari sebelum pidato Soekarno, tepatnya 29 Mei 1945, Muhammad Yamin sudah terlebih dahulu menyampaikan pidatonya yang juga mengandung usulan lima azas bagi Indonesia Merdeka, yaitu (1) peri kebangsaan, (2) peri Ketuhanan (3) kesejahteraan rakyat (4) peri kemanusiaan, dan (5) peri kerakyatan.

Bagi Adian, tidak ada perbedaan fundamental antara lima asas Yamin dengan lima dasar Soekarno. Menurut Mohammad Roem, panjang naskah pidatonya pun sama, yaitu 20 halaman. Karena itulah BJ. Boland dalam bukunya, The Struggle of Islam in Modern Indonesia(The Hague: Martinus Nijhoff, 1971), menyimpulkan bahwa “The Pancasila was in fact a creation of Yamin’s and not Soekarno’s.” (Pancasila faktanya adalah karya Yamin dan bukan karya Soekarno).

Menurut Adian, sebagian lain menyebut, bahwa yang tepat kelahiran Pancasila adalah 22 Juni. Sebab pada 22 Juni 1945, untuk pertamakalinya dikeluarkan rumusan Pancasila hasil kompromi antara 4 orang dari kaum kebangsaan (nasionalis) dan 4 orang dari pihak Islam. Rumusannya dikenal dengan Piagam Jakarta (Jakarta Charter) yang berisikan: (a) Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya, (b). Kemanusiaan yang adil dan beradab, (c). Persatuan Indonesia, (d) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan (e). Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tetapi ada pula yang menyebutkan, bahwa 18 Agustus lebih tepat menjadi penanda peringatan kelahiran Pancasila. Sebab pada 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menyepakati rumusan Pancasila yang seperti sekarang ini.

Jadi, penggunaan 1 Juni sebagai peringatan kelahiran Pancasila dengan hanya mendasarkan pada Bung Karno, masih perlu penelaahan sejarah yang lebih serius. Bukti-bukti sejarah justru menunjukkan bahwa rumusan Pancasila resmi seperti rumusan saat ini lahir pada 18 Agustus 1945. Oleh sebab itu, lebih tepat jika hari lahir Pancasila disebut tanggal 18 Agustus 1945.

sumber : islamictribune.wordpress.com

Other articles you might like;

Check Also

Kasi Penguatan Lembaga Rehabilitasi BNNP Jatim dr. Poerwanto Setijawargo (tengah) bersama Pemuda LDII Surabaya.

BNN Gandeng Ormas Wujudkan Masyarakat Anti Narkoba

Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya makin giat memerangi narkoba yang saat in menjadi momok …

One comment

  1. bagus! singkat lg aq bisa ngerjain pr dgn mudah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *