Home >> Info >> Pentingnya Makna Kata “Cukup”

Pentingnya Makna Kata “Cukup”

Mengapa dalam hidup kita harus berkata “CUKUP”  ??? Karena hal ini akan membuat kita selalu menjadi orang yang bersyukur terhadap pemberian Tuhan YME dan menjadi orang yang bersahaja, tidak tamak yang akan merusak kehidupan kita karena akan selalu merasa kurang dan kuranng. Maka mulai sekarang kita biasakan berkata “CUKUP” !!! Ini kisahnya …

Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib.

Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya.

Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya, seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti, bila si petani mengucapkan kata “CUKUP”.


Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan matanya.

Diambilnya beberapa ember untuk menampungnya.

Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubuk mungilnya untuk disimpan di sana.

Kucuran uang terus mengalir, sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya.

Masih kurang ……,
Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya.

Belum cukup ……,
Dia membiarkan mata air itu terus mengalir,
hingga akhirnya ……,
Petani itu mati tertimbun.

Ya, dia mati tertimbun bersama ketamakannya,
karena ….. dia tak pernah bisa berkata “CUKUP”.

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia, adalah “CUKUP”.

Kapankah kita bisa berkata “CUKUP”?

Hampir semua pegawai, merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya.

Pengusaha, selalu merasa pendapatan perusahaannya masih di bawah target.

Istri mengeluh suaminya kurang perhatian.

Suami berpendapat istrinya kurang pengertian.

Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati.

Semua merasa kurang ……, kurang ……, dan kurang …….

Kapankah kita bisa berkata “CUKUP”?

“CUKUP”, bukanlah soal berapa jumlahnya.

“CUKUP”, adalah persoalan kepuasan hati.

“CUKUP”, hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa bersyukur.

Tak perlu takut berkata “CUKUP”!

Mengucapkan kata “CUKUP” bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya.

Semoga menginspirasi,
Salam DAHSYAT!

Fuad Zakiy
Authorized Trainer Mr. Tung Desem Waringin

Other articles you might like;

Check Also

MUSDA IX MUI JATIM 2015-2020

Abdusshomad Buchori Pimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur Masa Khidmat 2015-2020

Musyarawah Daerah (Musda) ke IX Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur akhirnya bersepakat memilih kembali …

One comment

  1. jaza kallohu khoiro, artikelnya sangat berkesan..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *