Home >> Berita LDII Surabaya >> PC LDII Gayungan Adakan Festival Anak Sholeh 2017

PC LDII Gayungan Adakan Festival Anak Sholeh 2017

Ilmu dunia tanpa diimbangi dengan kepahaman agama, tidak akan ada artinya. Pandai namun tidak bermoral, tidak akan sempurna. Itulah kira-kira intisari dari sambutan dari ketua DPD LDII Kota Surabaya. H. Achmad Setiadi, S.Si, dalam pembukaan acara Festival anak Sholeh 2017, PC LDII Kecamatan Gayungan Surabaya (26/3) lalu.

Setiadi menegaskan, era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sudah di depan mata. Era yang akan sangat berpengaruh besar dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya. “Dalam era MEA ini, tidak hanya pertukaran dalam bidang ekonomi yang akan terjadi, namun juga akan banyak pertukaran budaya. Baik yang positif maupun negatif,” kata Setiadi.

Peserta lomba mewarnai

Pengaruh negatif itulah yang perlu diantisipasi. Untuk itu Setiadi mengapresiasi Festival Anak Sholih yang mengangkat tema Mewujudkan generasi yang profesional religius, unggul, berahkaul karimah, dan mandiri tersebut.

Setiadi menambahkan, pembinaan generasi muda yang intensif, menjadi sangat penting. Apalagi menghadapi persaingan ke depan yang semakin ketat. “Kita tidak hanya bersaing dengan bangsa sendiri, namun juga dengan negara lain. Tentu, dibutuhkan kualitas sumberdaya manusia yang tinggi. Generasi yang profesional religius,” lanjut Setiadi dalam acara yang diselenggarakan di aula Pondok Pesantren Sabilurrosyidin, Gayungan, Surabaya tersebut.

Senada dengan Setiadi, Deddy Sosialisto dari Bakesbangpolinmas Kota Surabaya juga mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari tersebut. “Kegiatan ini sejalan dengan komitmen pemerintah kota Surabaya yang peduli pada pembangunan dan pendidikan anak,” kata Deddy, mewakili wali kota Surabaya dalam sambutannya.

Dalam festival ini sekitar 450 generasi muda dari sembilan TPQ binaan LDII turut berpartisipasi dalam acara. Mulai dari usia cabe rawit (5-12 tahun), pra remaja (13-15 tahun), hingga remaja (15-30 Tahun), semua tak mau ketinggalan dalam mengikuti berbagai jenis lomba yang diadakan. Mulai lomba mewarnai, lomba cerdas cermat, lomba adzan, lomba tahfidzul Qur’ab, hingga lomba yang merangsang kreatifitas seperti lomba mading dan lomba daur ulang sampah.

Penjurian lomba cerdas cermat

Selain itu Festival juga dimeriahkan dengan bazar oleh remaja-remaja masjid binaan LDII. Total 22 stan tersedia dengan produk-produk unggulan masing-masing, baik pakaian, makanan, minuman, hingga produk produk kerajinan tangan. Tak jarang terlihat beberapa remaja yang berkeliling untuk mempromosikan dagangannya.

Panitia yang berasal dari generasi muda PC LDII Kecamatan Gayungan juga menyediakan panggung di area bazar yang berlokasi di Grha LDII Jawa Timur, yang disi dengan berbagai macam hiburan. Selain itu, panitia juga menyediakan panggung sebagai sarana promosi barang dagangan peserta bazar.

Andi, salah satu orang tua yang mengantarkan putranya mengikuti lomba mewarnai mengapresiasi festival ini. “Saya harap acara seperti ini dapat berlangsung secara rutin, dengan kualitas yang semakin meningkat,” kata pria yang juga merupakan pembina remaja masjid Al-Barokah Wiyung tersebut. (Riko Lazuardi)

Other articles you might like;

Check Also

BNN Sosialisasikan Bahaya Narkoba kepada Para Santri Mahasiswa Surabaya

Dalam rangka Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2017, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya mengadakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *