Home >> Berita Umum LDII >> LDII Turut Hadir di Focus Group Discussion FKUB Kota Surabaya

LDII Turut Hadir di Focus Group Discussion FKUB Kota Surabaya

imam-pujiarto-ldiiSurabaya – Pada hari Senin, 26 Agustus 2013 sampai dengan hari Rabu, 28 Agustus 2013,  Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bersama Pemerintah Kota Surabaya mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Royal Trawas. FGD ini mengambil tema “Kerukunan Umat Beragama Sebagai Salah Satu Pilar Ketahanan Nasional”.

Kegiatan yang dihadiri 60 peserta dari Tokoh Agama se-Surabaya ini, dibuka oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat  Kota Surabaya H. Soemarno, SH, MHum mewakili Walikota Surabaya. Dalam sambutannya, Walikota Surabaya menyampaikan bahwa situasi Surabaya yang sudah kondusif ini supaya dijaga dan dipertahankan, termasuk salah satunya tergantung peran dari Tokoh Agama se-Surabaya (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Kong Hu cu).

Dalam kegiatan tersebut, Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kota Surabaya turut hadir dan berperan aktif,  yang diwakili oleh H. Imam Pujiarto, S.Sos, MSi selaku Wakil Ketua DPD LDII Kota Surabaya, H. Didik Eko Putro, ST selaku Sekretaris DPD LDII Kota Surabaya, dan H. Wiyono, SH selaku Bendahara DPD LDII Kota Surabaya.

Adapun Rekomendasi Focus Group Discussion Forum Kerukunan Umat Beragama Tahun 2013, adalah:

Foto LDII dengan FKUB Surabaya di Acara FGD Trawas
Foto LDII dengan FKUB Surabaya di Acara FGD Trawas

1. Kerukunan Umat Beragama

  • Kerukunan di kota Surabaya adalah harapan kita semua, sehingga tetap menjaga kondusivitas untuk  Surabaya yang zero conflict
  • Kerukunan umat beragama bukan hanya pada tataran pimpinannya saja, tetapi hingga sampai masyarakat bawah
  • Guna mewujudkan kerukunan perlu adanya dialog kesetaraan, sehingga bisa saling memahami perbedaan untuk penguatan kerukunan

2. Pendirian Rumah Ibadat

  • Pendirian rumah ibadat mengacu pada Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 dan 9 Tahun 2006
  • Pemerintah kota Surabaya hendaknya mampu memfasilitasi ijin pendirian rumah ibadat seadil-adilnya terhadap seluruh pemeluk agama.
  • Pemerintah kota Surabaya memaksimalkan sosialisasi PBM dan Perwali, sehingga masyarakat dapat memahami regulasi yang ada, dan diharapkan dapat meminimalisir penolakan berdirinya rumah ibadat

3. Keberagaman dan Pemahaman Agama

  • Keberagaman adalah fakta sebagai rahmat dan anugerah Tuhan, sehingga para  pemeluk agamanya bisa hidup berdampingan secara damai dan rukun
  • Kerukunan di atas perbedaan, bukan berarti mencampuradukkan keyakinan dan ajaran antara agama yang satu dengan yang lainnya, tetapi mampu meningkatkan hubungan interaksi sosial secara utuh.

4. Anarkhisme dan Kekerasan

  • Perilaku anarkhis di Surabaya sangat tidak diharapkan, mengingat warga kota Surabaya selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan.
  • Peran tokoh agama sangat diharapkan untuk mencegah terjadinya anarkhisme dan konflik sosial
  • Tokoh agama diharapkan bisa menjadi tauladan dalam semua aspek kehidupan untuk mendorong terpeliharanya kerukunan

5. Menggali Local Wisdom

  • Pendekatan secara kultural di tingkat masyarakat bawah, untuk menjabarkan arti kerukunan antar umat beragama
  • Melalui pendidikan diharapkan mampu menggali local wisdom sehingga sejak dini arti kerukunan sudah dilakukan.

6. Membangun Toleransi dan Menjauhi Sikap Penyesatan

  • Pentingnya mengembangkan sikap penghormatan dan toleransi, untuk merekatkan  persaudaraan di tengah kehidupan masyarakat yang plural
  • Perlunya memberikan ruang dialog secara luas guna menggali aspirasi untuk rekonsiliasi, sehingga tidak ada lagi sikap penyesatan, dan kerukunan tetap berdaya dan terjaga.

ldii-fkub

Ditulis oleh : Imam P

Other articles you might like;

Check Also

Kasi Penguatan Lembaga Rehabilitasi BNNP Jatim dr. Poerwanto Setijawargo (tengah) bersama Pemuda LDII Surabaya.

BNN Gandeng Ormas Wujudkan Masyarakat Anti Narkoba

Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya makin giat memerangi narkoba yang saat in menjadi momok …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *