Home >> Berita LDII Surabaya >> Kunjungan Pengurus FKUB Surabaya Ke Ponpes LDII
Kunjungan FKUB Surabaya ke Ponpes Walibarokah

Kunjungan Pengurus FKUB Surabaya Ke Ponpes LDII

Kunjungan FKUB Surabaya ke Ponpes Walibarokah
Kunjungan FKUB Surabaya ke Ponpes LDII Walibarokah Kediri

Rabu kemarin (17/4/2013) Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kota Surabaya yang dipimpin KH. Imam Ganzhali Said, MA. bersama 13 jajarannya berkunjung ke pondok pesantren (Ponpes) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yakni di Ponpes Walibarokah Kediri dan Ponpes Gading Mangu Jombang.

darul-hadist-ldii
Pengurus FKUB melihat Rujukan Hukum LDII

Di sepanjang perjalanan Rombongan FKUB didampingi Pengurus DPD LDII kota Surabaya H. Amien Adhy, Wakil ketua H. Imam Pujiarto, Wakil ketua H. Joko Yuono, wakil sekretaris H.setiadi.

Rombongan tiba di Ponpes Walibarokah Kediri langsung disambut oleh ketua Ponpes yakni Drs. KH. Sunarto, M.Si. Pemaparan selayang pandang tentang pondok disampaikan di ruang perpustakaan di lantai 3 Menara Agung, dilanjut dengan melihat berbagai kitab rujukan yang ada di perpustakaan.

Didalam pemaparannya Drs. KH. Sunarto, M.Si menuturkan bahwa Pesantren Walibarokah ini tujuan utamanya adalah mendidik calon-calon Da’i dan LDII sangat memikirkan tentang pembinaaan umat, bukan saja memikirkan perkembangan organisasi akan tetapi pembinaan umat ini menjadi sungguh-sungguh menjadi prioritas.

suasana-pondok-ldii
Pengurus FKUB bersama Syeikh Cholil (LDII),kanan

Meninggalkan Ponpes LDII Walibarokah, Perjalanan dilanjut ke Ponpes Gading Mangu, Perak, Jombang. Rombongan disambut oleh ketua DPD LDII kabupaten Jombang H. Didik Tondo Susilo didampingi pengurus Ponpes Gadingmangu.

Dengan suasana santai rombongan menyimak pemaparan selayang pandang Ponpes Gadingmangu yang disampaikan oleh H. Didik Tondo. Ponpes Gadingmangu juga mendirikan sekolah, yakni mulai dari TK, SMP, SMA dan SMK. Dan adapun Siswa-siswinya banyak dari luar pulau Jawa.

Di akhir kegiatan KH. Imam Ganzhali memberikan Tausyahnya.   Didalam sambutannya KH. Imam Ganzhali juga mengagumi metode pembelajaran di Ponpes LDII, salah satunya santrinya sudah diajarkan  Hadist Kutubu sittah. “Pada umumnya pembelajaran Hadist Kutubu sittah, tingkat pembelajarannya tingkat atas dan saya kira itu berat bisa dicerna didalam kurikulum pesantren “, Tutur KH. Imam Ganzhali.

Other articles you might like;

Check Also

Ngabuburit dengan Menambah Ilmu Agama

Apa yang kita bayangkan saat mendengar kata ngabuburit? Apakah membayangkan menonton film atau main game …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *