Home >> Berita LDII Surabaya >> Kerukunan Bangunnya Susah, Runtuhnya Mudah

Kerukunan Bangunnya Susah, Runtuhnya Mudah

fkub-ldiiMembangun sebuah kerukunan sangatlah susah, akan tetapi meruntuhkannya mudah. Sama halnya menjaga baju putih dari noda hitam dan nyucinya juga susah. Tanpa kerukunan, tidak ada bangsa yang kuat, rakyat yang sejahtera, negara yang kokoh. Maka kerukunan itu harganya mahal, maka sayangilah dan jagalah.

Dalam rangka menciptakan dan menjaga kerukunan, Sabtu(6/4/2013) FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) kota Surabaya menggelar seminar dengan mengusung tema “Pertahankan Kerukunan Umat Beragama dalam Keragamannya” yang di selenggarakan di Vihara Buddayana, jalan Putat Gede No. 1 Surabaya.

Undangan yang hadir sekitar 100 peserta terdiri dari beberapa tokoh-tokoh agama yakni dari (Islam, Kristen, Khatolik, Buddha, Hindu). Turut hadir juga ketua DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) kota Surabaya H. Amien Adhy, didampingi H. Imam pujiarto (wakil ketua), H. Ahmad Setiadi (wakil sekretaris).

Pertemuan ini dibuka oleh kepala Bakesbangpollinmas kota Surabaya Soemarno, SH. Dalam sambutannya Soemarno menuturkan bahwa kondisi kota Surabaya sekarang relatif kondusif, dimana kerukunan keagamaan telah terwujud. “Untuk itu kondisi ini agar tetap terpelihara dengan sebaik-baiknya bersama dukungan semua lapisan masyarakat. Berkaitan dengan kerukunan umat beragama merupakan kerukunan yang sangat penting yakni menjadi kerukunan nasional”, paparnya.

Narasumber yang dihadirkan antara lain dari guru besar IAIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Ahwan Mukarrom dan ketua WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia) Jawa Timur, Prof. DR. Philip K.

Prof. Philip di salah satu pemaparannya menyampaikan kita semua berkumpul disini bukan mencari dan mempertajam perbedaan akan tetapi mencari persamaan, semua agama itu baik sehingga tidak perlu dibanding-bandingkan.

“Andaikan sebuah taman bahwa di negeri kita tumbuh berbagai bunga yang berbeda-beda dan warna-warni tentu lebih indah, inilah keindahan keanekaragaman agama di negeri kita tentunya adanya peran penting didalam umat beragama”, ujar Prof. Philip.

ldii-buddha

Acara ditutup oleh ketua FKUB kota Surabaya KH. Imam Ghazali Said. Di sela-sela pituturnya KH. Imam Ghazali memberikan ucapan terima kasih kepada LDII Surabaya telah mau hadir di tengah-tengah forum ini. “Di tengah-tengah forum ini telah hadir saudara kita yakni dari LDII.  Ini menunjukkan LDII tidak eksklusif yang sering di isukan orang-orang. LDII mau bergabung di antara kita (Islam, Kristen, Khatolik, Buddha, Hindu) dan LDII membuktikan kepeduliannya terhadap kerukunan antar umat beragama, ” papar KH. Imam Ghazali sentak disambut applause dari audiens.

 

Other articles you might like;

Check Also

Ki-ka : Ketua MUI Kenjeran K.H Abdul Manan, Ketua PC LDII Kenjeran Agus Jatmiko, Sekretaris PC LDII Kenjeran Rachmat Cahyono.

Silaturahim PC LDII Kenjeran dengan Ketua MUI

Pengurus PC LDII Kenjeran melakukan silaturahim dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Kenjeran di …