Home >> Berita LDII Surabaya >> JAMBORE CABE RAWIT LDII SURABAYA

JAMBORE CABE RAWIT LDII SURABAYA

Kepala..pundak..
lutut..kaki..
pinggul di goyang..

 

Santri Caberawit LDII

Begitulah aba-aba dari Ali Mustika Sari kepada para cabe rawit LDII Surabaya untuk menirukan gayanya. Tanpa malu-malu ia memperagakan berbagai gerakan yang membuat mereka tersenyum, tertawa, bahkan berguling-guling.

Kebahagiaan bukan saja terlihat dari peserta jambore, melainkan juga para guru dan penonton. Bertempat di masjid khoirul Huda, Nginden Surabaya (23/10), acara ini diikuti oleh sekitar tiga ratus cabe rawit LDII dari delapan kelompok di Surabaya . Yaitu Ngagel Mulyo, Ngagel Rejo, Krukah, Bratang, Semampir, keputih, Gubeng, dan tuan rumah – Nginden.

Sebagai pemanasan sebelum bertanding, para cabe rawit LDII diminta untuk menunjukkan yel-yel kelompok mereka. Bukan hanya cabe rawitnya saja yang tampil, gurunya pun ikut-ikutan. Lalu kemeriahan dan pembakaran semangat diisi oleh Ali Mustika Sari sebagai pembawa acara. Baru setelah itu, acara resmi dibuka oleh bapak Mubin Junaidi Salman pukul 09.30 WIB.

bapak Mubin Junaidi Salman

Acara ini awalnya merupakan usulan dari Penggerak Pembina Generus (PPG) Surabaya  sebagai salah satu programnya. Kemudian mereka merangkul remaja masjid (remas) Surabaya  untuk mewujudkannya. Alhasil, jambore cabe rawit LDII dilahirkan sebagai sarana mengaji dengan suasana yang berbeda dengan tema Belajar Sambil Bermain. Para panitita juga melatih sportivitas para peserta dalam berlomba.  Ada tiga macam lomba dengan tiga kelas yang berbeda.

Kelas A yang terdiri dari siswa kelas 4 hingga 6 SD, wajib mengikuti Ujian. Konsepnya hampir sama dengan program Ranking 1 di Trans Tv. Siapa yang jawabannya salah, harus meninggalkan area lomba. Tersisa hingga dua siswa. Yaitu Endito dan Fauzi. Detik-detik menegangkan membuat Endito ragu hingga keluarlah nama Fauzi sebagai pemenang. Sebelumnya, Vira dan Fahlevi muncul sebagai juara dalam lomba cerdas cermat. Sedangkan untuk siswa kelas 2 dan 3 SD mengikuti lomba mewarnai kelas B. Untuk kelas C yang terdiri dari siswa kelas 1 ke bawah juga mengikuti lomba yang sama. Hanya saja tingkatannya lebih mudah.

Kelas B berhasil memunculkan nama Chandra dari Keputih, Aulina dari Semampir, dan Tarissa dari Krukah sebagai pemenangnya. Untuk Ulya Sabrina, Nabila, dam Chelsea Chandra adalah juara dari kelas C.

Salah satu panitia, Amir Hizbullah Amin, mengaku senang dengan terwujudnya acara ini. Kesulitan Amir dan teman-temannya adalah ketika harus mengatur peserta  agar mau menuruti perintah panitia. Walau lelah, mereka optimis bisa mewujudkan acara semakin ini dengan konsep dan isi acara yang lebih baik. (epin/formasa)

Other articles you might like;

Check Also

Ki-ka : Ketua MUI Kenjeran K.H Abdul Manan, Ketua PC LDII Kenjeran Agus Jatmiko, Sekretaris PC LDII Kenjeran Rachmat Cahyono.

Silaturahim PC LDII Kenjeran dengan Ketua MUI

Pengurus PC LDII Kenjeran melakukan silaturahim dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Kenjeran di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *