Home >> Berita LDII Surabaya >> Hikmah Puasa Ramadhan terhadap Kesehatan Jiwa

Hikmah Puasa Ramadhan terhadap Kesehatan Jiwa

 

Sudah bukan rahasia bahwa puasa Ramadhan memberikan manfaat pada kesehatan jasmani. Namun, agaknya masih belum banyak yang menyadari bahwa berpuasa dan memperbanyak ibadah di bulan Ramadhan juga mempunyai manfaat yang kalah besar untuk kesehatan rohani atau jiwa. Inilah pernyataan pembuka dari dr. Riko Lazuardi, salah satu pemateri dalam acara Kajian Ilmiah Islam V, DPD LDII Kota Surabaya, Sabtu (10/6) lalu.

“Sudah ada penelitian-penelitian yang mendukung hal itu,” jelas dokter yang sedang menjalani pendidikan spesialis Kedokteran Jiwa di Universitas Airlangga tersebut.

Riko menjelaskan, Ramadhan adalah bulan yang istimewa. Pada bulan itulah tiap amalan anak turun Adam dilipatgandakan, baik pahala maupun dosanya. Pada bulan itulah, setan-setan dibelenggu, sehingga beribadah menjadi lebih terasa ringan dan bersemangat. Jadi, sudah sewajarnya jika manusia meningkatkan dan mempersungguh ibadah di bulan Ramadhan. “Segala hikmah yang kita dapatkan di bulan Ramadhan tersebut, ternyata berpengaruh dalam meningkatkan kualitas kesehatan mental dan mencegah stres,” sambung Riko di depan sekitar 30 peserta acara yang bertempat di Aula Masjid Hudalilmuttaqin, Surabaya.

Menurut Riko, setidaknya ada 12 hikmah dari bulan Ramadhan yang sangat bermanfaat untuk kesehatan mental. Kendati hanya sempat dijelaskan empat poin saja karena keterbatasan waktu, namun sudah cukup memberikan gambaran betapa luar biasanya hikmah bulan Ramadhan, tidak hanya sebagai pencegah, namun juga sebagai terapi gangguan jiwa.

Hikmah bulan Ramadhan yang pertama adalah sebagai momentum untuk meningkatkan ketakwaan pada Allah. “Dengan segala keistimewaan bulan Ramadhan, masyarakat berlomba-lomba memanfaatkannya sebagai momentum untuk meningkatkan ketakwaan kita,” jelas Riko. Sebagai contoh, banyak bermunculan acara-acara televisi yang menayangkan tayangan Islami, atau sinetron bertema religi. Belum lagi penampilan para artis dan pembawa acara yang lebih syar’ie. “Mari kita lihat sisi positif dari fenomena tersebut, sebagai usaha masyarakat untuk meningkatkan ketakwaan,” jelas Riko.

Usaha untuk meningkatkan takwa inilah yang akan berbuah pertolongan dan kemudahan dari Allah dalam menghadapi permasalahan. “Sebagaimana firman Allah dalam Surat At-Talaq ayat 2-3, barang siapa yang bertakwa pada Allah, maka akan diberi kemudahan dalam setiap permasalahan. Padahal kita sama-sama tahu bahwa stres muncul dari tumpukan permasalahan yang tidak diselesaikan dengan baik, yang merupakan pangkal gangguan jiwa,” sambung Riko.

Hikmah kedua bulan Ramadhan adalah sebagai momentum untuk melatih diri untuk sabar dan khusnudzon billah, atau berprasangka baik terhadap Allah. Riko menjabarkan, berdasarkan penelitian, ketidaksabaran akan menimbulkan kegelisahan, dan menyabotase kesehatan seseorang, khususnya kesehatan mental atau jiwa. Sebaliknya, sikap sabar dan berpikir positif akan membentuk berkepribadian matang, seimbang, sempurna, produktif, efektif, dan mengkonfrontasi segala bentuk kegelisahan, serta terhindar dari gangguan jiwa. “Bahkan, dalam buku bestseller Terapi Berpikir Positif, yang ditulis oleh Dr. Ibrahim Elfiki disebutkan bahwa berpikir positif daat berpengaruh positif terhadap daya ingat, intelektualitas, perasaan, citra dan harga diri, hingga kepercayaan diri,” tandas Riko dalam acara yang bertujuan untuk memberikan alternatif kegiatan positif sembari menunggu masa berbuka puasa tersebut.

Selanjutnya hikmah yang tak kalah hebatnya adalah bulan Ramadhan memberi kesempatan manusia untuk menyibukkan diri dalam beribadah, khususnya membaca Alquran. “Membaca Alquran dapat menjadi obat bagi segala penyakit, termasuk gangguan mental atau jiwa, seperti yang difirmankan Allah dalam Surat Yusuf ayat 57,” kata Riko.

Beberapa hikmah lain Ramadhan misalnya menempa diri untuk senantiasa beryukur dan semangat untuk infaq fi sabilillah, serta memantapkan diri untuk membuat target ibadah dan disiplin dalam menetapinya. Dari dua poin hikmah Ramadhan yang sudah dijabarkan Riko, bisa menggambarkan bahwa puasa Ramadhan terbukti berpengaruh positif pada kesehatan jiwa. “Karena itu, mari kita laksanakan ibadah di bulan Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya, agar dapat mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya,”tutup Riko.

Other articles you might like;

Check Also

Ki-ka : Ketua MUI Kenjeran K.H Abdul Manan, Ketua PC LDII Kenjeran Agus Jatmiko, Sekretaris PC LDII Kenjeran Rachmat Cahyono.

Silaturahim PC LDII Kenjeran dengan Ketua MUI

Pengurus PC LDII Kenjeran melakukan silaturahim dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Kenjeran di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *