Home >> Berita LDII Surabaya >> Generus Intensif Perlu Meningkatkan dan Mempertahankan Motivasi
Suasana pengajian outdoor GI

Generus Intensif Perlu Meningkatkan dan Mempertahankan Motivasi

Siswa siswi yang tergabung dalam Generasi Penerus Intensif atau Generus Intensif (GI) mengadakan pengajian outdoor di Pendopo Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Minggu (22/11).

Pengajian ini merupakan program pembinaan dari Divisi GI Penggerak Pembina Generus (PPG) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Korda Surabaya Selatan.

Peserta yang hadir rata-rata berusia SMA. Mereka mendapatkan materi motivasi. Tujuannya untuk meningkatkan dan mempertahankan motivasi siswa-siswi GI dalam mengikuti program pembinaan yang akan dilaksanakan selama kurang lebih 18 bulan tersebut.

Salah satu materi yakni “Self Motivation itu dipraktekin” disampaikan dr Riko Lazuardi, Wakil Ketua PPG LDII Korda Surabaya Selatan. Dalam pemaparannya, Riko menjelaskan bahwa banyak orang berbicara motivasi, mendengarkan motivasi, dan ikut seminar motivasi, namun sebagian besar tidak benar-benar mempraktekkan hasil dari apa yang didapatnya.

“Banyak yang hanya mendapatkan tambahan motivasi, namun hanya sementara. Hangat-hangat tahi ayam. Beberapa waktu setelah pulang dari seminar motivasi, mereka lupa untuk memperbarui motivasinya”, tutur Riko.

Menurut Riko, untuk meningkatkan, dan yang lebih penting lagi, mempertahankan motivasi, tak cukup hanya menunggu motivasi pihak lain. GI harus aktif memperbarui motivasi. Ini artinya harus benar-benar dipraktekkan.

Riko memberikan tips cara membangkitkan motivasi, agar bisa mengikuti program pembinaan generus intensif hingga berhasil.
“Tuliskan mengapa kita ingin mengikuti program generus intensif. Tuliskan, jangan hanya dibayangkan. Tuliskan sebanyak mungkin. Makin banyak yang kita tulis, maka insya Allah akan makin bertambah motivasi kita”, jelas Riko.

Tips lainnya yang diberikan Riko adalah membuat reminder, melihat hikmah tiap kejadian, hingga simulasi menghilangkan pikiran negatif yang menghambat motivasi.

Suasana sesi permainan
Suasana sesi permainan

Paparan Riko menyelipkan gurauan. Tak jarang terdengar tawa dari peserta yang merupakan remaja pilihan dari tiap TPQ binaan LDII di wilayah Korda Surabaya Selatan tersebut.

Materi berikutnya, “Supermentality” disampaikan dr Heris Setiawan Kusumaningrat, Ketua PPG LDII Korda Surabaya Selatan yang juga pembina program generus intensif.

Heris menjelaskan bahwa untuk menghadapi segala macam tantangan, termasuk mengikuti program penggemblengan GI membutuhkan mental yang kuat. Mental yang adaptif terhadap segala tantangan yang ada.

“Program pembinaan Generus Intensif Angkatan VIII di Surabaya Selatan ini berlangsung selama satu setengah tahun. Ini bukan waktu yang singkat. Program pembinaannya pun relatif lebih padat. Banyak hambatan dan tantangan yang mungkin dihadapi. Karena itu, butuh mental yang benar-benar mantap dan adaptif, agar dapat survive,” jelas Heris.

Setelah dua jam berlangsung sejak pukul 09.00 WIB, acara dilanjutkan dengan permainan (game) di sekitar area danau Unesa untuk mengakrabkan peserta. Sebelum adzan Dzuhur berkumandang, acara pun ditutup. (Riko)

Other articles you might like;

Check Also

Ki-ka : Ketua MUI Kenjeran K.H Abdul Manan, Ketua PC LDII Kenjeran Agus Jatmiko, Sekretaris PC LDII Kenjeran Rachmat Cahyono.

Silaturahim PC LDII Kenjeran dengan Ketua MUI

Pengurus PC LDII Kenjeran melakukan silaturahim dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Kenjeran di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *