Home >> Dakwah Islam >> Cara Iblis Menjatuhkan Manusia

Cara Iblis Menjatuhkan Manusia

Bagaimanakah Cara Iblis Menjatuhkan Manusia

Cara Iblis Menjatuhkan Manusia
Cara Iblis Menjatuhkan Manusia

Iblis memperlihatkan dirinya kepada Nabi Nuh ‘alaihis salaam

Ibnul Jauzi telah meriwayatkan dari Abdullah bin Umar dia berkata : ketika Nabi Nuh naik perahu, beliau melihat seorang tua yang tidak dikenalnya, maka Nuh berkata “Apa yang menyebabkan kamu masuk?”

Lalu Iblis berkata “Aku masuk untuk memusibahi sahabat-sahabatmu, maka jadilah hati mereka bersamaku dan badan mereka bersamamu.” Ada lima hal yang aku merusak dengannya terhadap manusia, dan aku akan menceritakan kepadamu tiga hal, dan aku tidak akan menceritakan kepadamu yang dua hal” Maka Alloh memberi wahyu kepada Nuh, “Sesungguhnya kamu tidak butuh yang tiga hal, perintahkanlah Iblis menceritakan yang dua hal” Maka Iblis berkata, “Aku merusak manusia dengan dengki dan tamak, karena dengki aku dilaknat, dan aku dijadikan syetan yang terkutuk, dan karena tamak surga diberikan kepada Adam semuanya, aku dapatkan hajatku tetapi aku diusir dari surga” (Talbisu Iblis hal 24)

Iblis memperlihatkan dirinya kepada Nabi Musa ‘alaihis salaam

Abu Bakar Al Qurosyi meriwayatkan dengan isnadnya sampai kepada Ibnu Umar, dia berkata : Iblis menemui Nabi Musa, lantar berkata, “Wahai Musa, engkau telah dipilih oleh Alloh dengan membawa risalahNya dan Alloh telah berbicara denganmu sungguh-sungguh, dan aku termasuk mahluk Alloh yang berdosa, aku ingin bertobat, maka tolonglah aku disisi Tuhanmu Azza wa Jalla supaya Alloh menerima tobatku!” maka Nabi Musa berdo’a kepada Alloh, maka dikatakan, “Engkau telah menyelesaikan keperluanmu” Maka Nabi Musa menemui Iblis lantas berkata, “Kamu diperintah supaya sujud ke kuburan Nabi Adam dan Alloh menerima tobatmu” Maka Iblis sombong dan marah. Dia berkata, “Aku tidak mau sujud ketika dia hidup, apakah aku akan sujud kepadanya setelah ia mati?” Berkata Iblis, “Wahai Musa, karena engkau telah menolongku maka engkau punya hak, maka ingatlah kepadaku dalam tiga hal dan aku tidak merusak dalam tiga hal:

  1. Ingatlah ketika engkau marah, sesungguhnya bisikanku itu ada dalam hatimu, dan mataku dalam dua matamu, dan aku mengalir darimu dalam tempat mengalirnya darah.
  2. Ingatlah kepadaku ketika engakau berperang karena aku akan datang kepada anak Adam ketika berdesak-desakan dalam perang, aku mengingatkan kepada manusia tentang anaknya, istrinya, dan keluarganya hingga dia berpaling (lari dari perang)
  3. Janganlah kamu menemani duduk wanita yang bukan mahromnya, karena sesungguhnya aku adalah utusannya kepadamu dan utusanmu kepadanya.” (Aakaamul Marjan 207)
  • Dengan adanya kisah ini, maka kita harus mengerti jika kita marah, ingatlah bahwa marah itu pengaruh/gangguan Iblis/Syetan
  • Dalam sabilillah, kemudian kita selalu ingat keluarga, itu juga pengaruh/gangguan Iblis/Syetan
  • Kalau kita nyepi dengan wanita yang bukan mahromnya, maka Iblis/Syetan mendorong membesarkan setrum berbuat pelanggaran.

Al Qurosyi telah meriwayatkan dari Abdurrohman bin Zaid, dia berkata : ketika Nabi Musa duduk dalam sebagian majelisnya, tiba-tiba datang Iblis memakai burnus (baju luar yang menutup kepala) Setelah dekat dengan Nabi Musa dia melepas burnusnya, kemudian meletakkannya dan berkata kepadanya, “Salam sejahtera buatmu, wahai Musa” Maka Nabi Musa menjawab, “Salam sejahtera buatmu, siapakah engkau?” Dia berkata, “Saya Iblis.” Nabi Musa berkata, “Mudah-mudahan Alloh tidak menghidupkanmu, kenapa kamu datang?” Iblis berkata, “Aku datang karena kedudukanmu di sisi Alloh dan tempatmu di sisiNya.” Berkata Nabi Musa, “Apa yang aku lihat sesuatu ada padamu?” Berkata Iblis, “Aku menyambar hati hamba-hamba Alloh”. Berkata Nabi Musa, “Apa perbuatan manusia, yang dengannya engkau menguasai kepadanya.” Iblis menjawab, “Jika seseorang ujub kepada dirinya, banyak amalnya dan lupa dosa-dosanya. Dan aku menakut-nakuti (memperingatkanmu) tiga hal :

  1. Jangan kamu nyepi dengan seseorang perempuan yang tidak halal bagimu, karena sesungguhnya tidak nyepi seseorang laki-laki dengan seorang perempuan yang tidak halal baginya kecuali aku menemaninya selain teman-temanku sehingga aku merusaknya.
  2. Jangan kamu berjanji suatu janji kecuali engkau memenuhinya, karena sesungguhnya tidak berjanji seseorang dengan suatu janji kecuali aku menutupi antara dia dengan memenuhi janjinya.
  3. Jangan sekali-kali kamu shodaqoh kecuali kamu harus meneruskannya, karena sesungguhnya tidak mengeluarkan seseorang akan shodaqoh lantas dia tidak meneruskannya kecuali aku menemaninya selain teman-temanku sehingga aku menutupi antara dia dengan mengaluarkan shodaqohnya.”

Kemudian dia pergi sambil berkata, “Oh alangkah celakanya!” Berkata begitu tiga kali. Musa telah mengerti apa-apa yang dia akan memberi peringatan supaya hati-hati dengannya anak cucu Adam (Talbisu Iblis 301)

Selalu waspada dengan cara iblis menjatuhkan manusia

sumber : jatim.ldii.or.id

Other articles you might like;

Check Also

hukum valentine day menurut islam

Hukum Valentine Days Menurut Islam

Saya seorang muslim apakah pantas ikut merayakan hari Valentine Days ?? Berikut ini beberapa penjelasan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *